Menjalin Komunikasi Efektif dengan Orangtua

2012, kasus pertama.

Ketika itu saya menjadi shadow teacher di Sekolah A, saya menjadi guru pendamping dari anak bernama “R”. Waktu makan siang anak-anak sudah terjadwal, dan biasanya setelah mengikuti kelas inklusi di level PG, kami membawa anak-anak berkebutuhan khusus ini ke SSC (Student Support Centre) untuk makan siang bersama disana. Biasanya makanan sudah disimpan di tempat khusus yang kami lalui dari gedung PG ke gedung SSC sekitar pukul 11 siang.

Suatu hari, saat kami lewat untuk mengambil bekal R belum ada di tempat biasa. Daripada menunggu, maka saya dan guru lain langsung menuju gedung SSC. Singkat cerita makanan baru sampai jam 1 siang. Saya menuliskan laporan, bahwa R telat makan siang. Keesokan harinya Ayah dari R mengajukan keluhan langsung ke front office di gedung utama tanpa melalui kordinator SSC ataupun saya sebagai gurunya R. Keesokan harinya saya diberitahu oleh kordinator bahwa saya mendapatkan peringatan dari kantor pusat.

Saya berinisiatif untuk menuliskan surat permintaan maaf kepada Ayah R yang saya sampaikan melalui suster pendamping R. (Ayah dan Ibu R ini jarang datang ke sekolah untuk berkomunikasi dengan guru, kalaupun mengantarkan anaknya hanya sampai anaknya turun dari mobil).

Continue reading

Advertisements

“Belajar” dan “Mendidik” Melalui Film Flying Colors「ビリギャル」

Sudah menjadi hal yang tidak lazim ketika seorang guru menilai muridnya “bodoh” ketika dia memiliki nilai kurang dari rata-rata, walaupun pada sistem pendidikan zaman dulu hal tersebut masih sangat banyak terjadi.

Generasi saya masih mengalami pe-label-an dari guru, hukuman fisik, bahkan hukuman ‘mental’ masih sering diberikan. Namun kita harus berbangga karena hal tersebut sudah tidak digunakan lagi oleh tenaga pendidik kita saat ini.

Cerita itulah yang diangkat sebuah film drama Jepang, Flying Colors「ビリギャル」karya Nobuhiro Doi, film yang rilis pada 1 Mei 2015 silam di Jepang ini diangkat berdasarkan kisah nyata. Diambil dari sebuah novel berjudul “Gakunen Biri no Gyaru Ga 1 nen de Hesachi o 40 Agete Keio Daigaku ni Geneki Gokaku Shita Hanashi” (How a Teen Girls When from Academic Absurdity to an Elite University in One Amazing Year) karya Nobutaka Tsubota.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading

Family Fun Time bersama Rumah Main Cikal Bandung, Jumma Kids & The Baby Birds

22580264_309329669545288_2898265586565906432_n

Bingung menghabiskan akhir pekan anda bersama si kecil? Gabung yuk di acara FAMILY FUN TIME bersama @rumahmaincikal @jummakids dan @thebabybirds .

Setelah mengadakan acara Parenting workshop bulan lalu bersama Rumah Main Cikal dan Jumma Kids, bulan ini bakal ada acara yang tak kalah seru, yaitu membuat kostum unik, workshop keluarga dan juga ada sesi keluarga spesial bersama Najelaa Shihab.

Acaranya akan berlangsung pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017 jam 2 siang sampai selesai bertempat di Jl. Kiputih No. 1 Ciumbuleuit Bandung.

Jika berminat, silahkan melakukan registrasi melalui nomor +62 812-2290-5140 atau E-Mail : kemalatiara@jummakids.com

Untuk dapat mengikuti acara ini dikenakan biaya sejumlah Rp. 250.000,- dan peserta akan mendapatkan perlengkapan dan alat untuk membuat kostum kardus, goodybag yang lucu, voucher belanja dari Jumma Kids, voucher Rumah Main Cikal, makanan ringan untuk dua orang dewasa dan satu anak.

Jika ingin membawa tambahan anak, dikenakan biaya lagi sebesar Rp. 125.000,- (akan mendapatkan alat dan perlengkapan membuat kostum dan makanan ringan).

Pokonya, bakal banyak keseruan bersama keluarga! Segera daftarakan keluarga anda, karena tempat terbatas!

Menumbuhkan Potensi Disiplin Anak (Rangkuman Seminar Parenting oleh Ibu Najeela Shihab)

Pada 15 September lalu bertempat di The White Clover, Bandung berlangsung acara Seminar Parenting dengan judul Membangun Kemandirian dan Menumbuhkan Kompetensi Anak yang dibawakan oleh Ibu Najeela Shihab.

IMG-20170908-WA0000

Bersyukur saya bisa mendapatkan tempat duduk dan mendengarkan seminar beliau. Dalam kesempatan kali ini, saya mencoba untuk merangkumnya dalam tulisan. Jika rekan-rekan ingin mendapatkan rekaman audio seminar tersebut, bisa menghubungi email saya di fifin(dot)alfin(at)gmail(dot)com, atau silahkan tuliskan permintaan di kolom komentar.

Berikut rangkuman seminar Membangun Kemandirian dan Menumbuhkan Kompetensi Anak oleh Ibu Najeela Shihab.

Continue reading

Membuat Meja dari Kardus dan Botol Plastik Bekas

Cukup lama saya tidak menulis dan berbagi di blog ini, dikarenakan saya sudah tidak aktif lagi mengajar, saya akan banyak berbagi tentang membuat kriya atau sekedar cerita tentang masa kehamilan yang sedang saya nikmati.

Kali ini, saya ingin berbagi mengenai pembuatan meja dari kardus dan botol plastik bekas yang saya sudah mencoba membuat bersama suami.

Langkah pertama, siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan meja, seperti pada gambar di bawah ini :

  • kardus bekas
  • botol air minum plastik bekas
  • plastik bekas
  • selotip/doubletape
  • cutter/gunting
IMG_20170704_092628

alat dan bahan yang diperlukan

Setelah alat dan bahan lengkap, mulailah membuat bagian kaki-kaki meja. Continue reading

Membuat Kaos Bersama Orangtua Siswa

Hari ini saya berkesempatan melihat dan mengalami langsung proses pembuatan kaos mulai dari tahap awal hingga selesai menjadi sebuah kaos. Bertempat di rumah Pak Oki yang merupakan ayah dari salah satu siswa KPB, beliau mempunyai usaha konveksi dan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi KPB untuk belajar bagaimana membuat kaos dari proses awal hingga selesai.

Sebelumnya kami berdiskusi mengenai macam-macam bahan kain, proses pencelupan, apa yang dimaksud dengan bahan ‘combat’, harga dan lokasi pembelian kain dalam jumlah yang banyak. Pak Oki juga menyampaikan perbedaan sablon manual dengan teknik printing, apa yang menyebabkan sablonan pada kaos cepat luntur, atau terkelupas saat disetrika, atau ukuran yang menyusut ketika dicuci. Siswa-siswi KPB tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertanya banyak hal kepada Pak Oki sebelum mereka terlibat langsung proses pembuatan kaosnya.

img_20170208_080334

siswa-siswi KPB berdiskusi bersama Pak Oki

Continue reading

dr. Peni dan Asupan Gizi Anak

Beberapa waktu lalu, teman saya mendapat kesempatan mewawancarai dr. Penihedi, seorang ahli gizi sekaligus pemilik usaha katering sehat “Prima Diet”. Saya mengutip wawancara beliau untuk dibagikan kepada Ayah dan Bunda, selamat membaca!!

nutrition-clipart-di67RA6i9

  • Apakah makanan sehat itu? 

Makanan atau asupan dianggap menyehatkan jika lengkap nutrisi dan seimbang makro dan mikro nutrientnya. Zat-zat gizi terutama makro nutrient yaitu karbohidrat, protein, lemak serta mikro nutrient sebagai penyeimbang yang kaya vitamin dan mineral.

  • Makanan apa yang dapat disebut makanan sehat? Apakah ada kriteria khusus dan contohnya?

Prinsip makanan sehat dari waktu ke waktu mengalami pergeseran dikarenakan faktor industri makanan yang berkembang pesat. Sehingga konsep makanan sehat yang tetap dipertahankan adalah makanan yang mendekati wujud atau bentuk aslinya. Artinya natural dan fresh. Karena dengan cara itu nutrisi tetap terjaga dan tidak banyak manipulasi yang bisa menghilangkan kandungan nuutrisi alaminya.

Pola makan keluarga memegang peran penting dalam pembentukan mindset pemilihan bahan makanan sehingga dari rumah lah pola makan ditentukan arahnya.

Continue reading