“Belajar” dan “Mendidik” Melalui Film Flying Colors「ビリギャル」

Sudah menjadi hal yang tidak lazim ketika seorang guru menilai muridnya “bodoh” ketika dia memiliki nilai kurang dari rata-rata, walaupun pada sistem pendidikan zaman dulu hal tersebut masih sangat banyak terjadi.

Generasi saya masih mengalami pe-label-an dari guru, hukuman fisik, bahkan hukuman ‘mental’ masih sering diberikan. Namun kita harus berbangga karena hal tersebut sudah tidak digunakan lagi oleh tenaga pendidik kita saat ini.

Cerita itulah yang diangkat sebuah film drama Jepang, Flying Colors「ビリギャル」karya Nobuhiro Doi, film yang rilis pada 1 Mei 2015 silam di Jepang ini diangkat berdasarkan kisah nyata. Diambil dari sebuah novel berjudul “Gakunen Biri no Gyaru Ga 1 nen de Hesachi o 40 Agete Keio Daigaku ni Geneki Gokaku Shita Hanashi” (How a Teen Girls When from Academic Absurdity to an Elite University in One Amazing Year) karya Nobutaka Tsubota.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading

Advertisements

Family Fun Time bersama Rumah Main Cikal Bandung, Jumma Kids & The Baby Birds

22580264_309329669545288_2898265586565906432_n

Bingung menghabiskan akhir pekan anda bersama si kecil? Gabung yuk di acara FAMILY FUN TIME bersama @rumahmaincikal @jummakids dan @thebabybirds .

Setelah mengadakan acara Parenting workshop bulan lalu bersama Rumah Main Cikal dan Jumma Kids, bulan ini bakal ada acara yang tak kalah seru, yaitu membuat kostum unik, workshop keluarga dan juga ada sesi keluarga spesial bersama Najelaa Shihab.

Acaranya akan berlangsung pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017 jam 2 siang sampai selesai bertempat di Jl. Kiputih No. 1 Ciumbuleuit Bandung.

Jika berminat, silahkan melakukan registrasi melalui nomor +62 812-2290-5140 atau E-Mail : kemalatiara@jummakids.com

Untuk dapat mengikuti acara ini dikenakan biaya sejumlah Rp. 250.000,- dan peserta akan mendapatkan perlengkapan dan alat untuk membuat kostum kardus, goodybag yang lucu, voucher belanja dari Jumma Kids, voucher Rumah Main Cikal, makanan ringan untuk dua orang dewasa dan satu anak.

Jika ingin membawa tambahan anak, dikenakan biaya lagi sebesar Rp. 125.000,- (akan mendapatkan alat dan perlengkapan membuat kostum dan makanan ringan).

Pokonya, bakal banyak keseruan bersama keluarga! Segera daftarakan keluarga anda, karena tempat terbatas!

Menumbuhkan Potensi Disiplin Anak (Rangkuman Seminar Parenting oleh Ibu Najeela Shihab)

Pada 15 September lalu bertempat di The White Clover, Bandung berlangsung acara Seminar Parenting dengan judul Membangun Kemandirian dan Menumbuhkan Kompetensi Anak yang dibawakan oleh Ibu Najeela Shihab.

IMG-20170908-WA0000

Bersyukur saya bisa mendapatkan tempat duduk dan mendengarkan seminar beliau. Dalam kesempatan kali ini, saya mencoba untuk merangkumnya dalam tulisan. Jika rekan-rekan ingin mendapatkan rekaman audio seminar tersebut, bisa menghubungi email saya di fifin(dot)alfin(at)gmail(dot)com, atau silahkan tuliskan permintaan di kolom komentar.

Berikut rangkuman seminar Membangun Kemandirian dan Menumbuhkan Kompetensi Anak oleh Ibu Najeela Shihab.

Continue reading

Melatih Kemampuan Ekspresi Anak Melalui Kegiatan Olah Tubuh dan Eksplorasi Alat Musik

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mendampingi kakak Pre-Kindie Rumah Main Cikal Sudirman berkegiatan, bertempat di Sekolah Cikal Cilandak, kakak Pre-Kindie mengeksplorasi alat musik dan melakukan kegiatan olah tubuh bersama guru tamu, Om Arif dan Tante Winda.

Tema kelas Pre-Kindie pada term ini adalah “The Artist In Me” dengan tujuan pembelajaran, anak mampu mengekspresikan diri melalui bunyi dan suara. Maka kegiatan dengan mengundang guru tamu, bukan tanpa makna dan tujuan.

Kemampuan berekspresi merupakan salah satu kecerdasan emosi yang harus dimiliki anak sejak usia di bawah lima tahun melalui pengalaman berulang dan dukungan dari orang sekitar. Otak mereka akan berkembang sehingga anak dapat memahami apa yang ia rasakan, mengidentifikasi dan kemampuan yang lebih tinggi anak diharapkan mampu mengungkapkan perasaan mereka, lalu mengambil tindakan yang sesuai. Kecerdasan ini akan berpengaruh pada kemampuan regulasi emosi anak.

Mengingat pentingnya seorang anak mengekspresikan dirinya, maka selaras dengan tujuan pembelajaran pada term ini, guru-guru Rumah Main Cikal Sudirman mengemasnya melalui kegiatan eksplorasi musik dan olah tubuh.

Continue reading

Ayo! Bergabung di PESTA PENDIDIKAN 2016

Hi, rekan-rekan guru, Ayah dan Bunda, serta rekan-rekan pemerhati Pendidikan.
Di akhir pekan ini, akan hadir “Pesta Pendidikan”, kegiatan yang merayakan semua gerakan dan pembelajaran seru di pendidikan Indonesia. Pesta Pendidikan ini diselenggarakan barengan oleh ratusan komunitas dan organisasi pendidikan dari berbagai profesi — termasuk salah satu penggagasnya adalah Kampus Guru Cikal dengan Komunitas Guru Belajarnya.
Setelah berbagai kegiatan kolaborasi antar komunitas dan organisasi di sepanjang bulan Mei ini (lihat disini berita lengkapnya), di hari Minggu, tanggal 29 Mei 2016, Pesta Pendidikan akan menyelenggarakan acara Festival Publik “Semua Murid Semua Guru”. Acara ini akan berlangsung sepanjang hari dari pukul 6-18 hari Minggu 29 Mei di FX Sudirman.
Acara akan dimulai di Panggung depan FX di pagi hari dengan Lari 100 Murid 100 Guru, dan dihadiri oleh Bapak Presiden Jokowi. Kemudian lanjut sepanjang hari di berbagai lantai di FX dengan pameran Pahlawan Pendidikan, talkshow Suara Siswa, Hiburan dari berbagai artis yang lagi HITS dan penampilan dari Sekolah Cikal juga. Kegiatan Main-Main di lantai 5 depan area Rumah Main Cikal untuk berbagai usia.

This slideshow requires JavaScript.

Kesempatan yang sangat luar biasa untuk mengikuti acara seru, bertemu banyak orang, profesi, organisasi yang di luar pendidikan pun – ikut bergerak, belajar dan bermakna bersama. “Ternyata, banyak sekali loh yang percaya prinsip yang kita yakini di Cikal selama ini. Semua Murid, karena kita semua kembali belajar sepanjang hayat dan Semua Guru karena kita semua berkewajiban menjadi teladan dan menyebarkan kebaikan.” Ungkap Ibu Najelaa Shihab selaku pimpinan Sekolah Cikal.
Cikal is a community of lifelong learners aiming to make a difference by developing our 5 Stars Competencies; Emotionally, Morally and Spiritually Rich Person, Skillfull and an Effective Thinker, Broadminded and Physically Sound Individual, Self Regulated Learner, Empowering Member of Just, Sustainable and Peaceful Global Society.

dr. Peni dan Asupan Gizi Anak

Beberapa waktu lalu, teman saya mendapat kesempatan mewawancarai dr. Penihedi, seorang ahli gizi sekaligus pemilik usaha katering sehat “Prima Diet”. Saya mengutip wawancara beliau untuk dibagikan kepada Ayah dan Bunda, selamat membaca!!

nutrition-clipart-di67RA6i9

  • Apakah makanan sehat itu? 

Makanan atau asupan dianggap menyehatkan jika lengkap nutrisi dan seimbang makro dan mikro nutrientnya. Zat-zat gizi terutama makro nutrient yaitu karbohidrat, protein, lemak serta mikro nutrient sebagai penyeimbang yang kaya vitamin dan mineral.

  • Makanan apa yang dapat disebut makanan sehat? Apakah ada kriteria khusus dan contohnya?

Prinsip makanan sehat dari waktu ke waktu mengalami pergeseran dikarenakan faktor industri makanan yang berkembang pesat. Sehingga konsep makanan sehat yang tetap dipertahankan adalah makanan yang mendekati wujud atau bentuk aslinya. Artinya natural dan fresh. Karena dengan cara itu nutrisi tetap terjaga dan tidak banyak manipulasi yang bisa menghilangkan kandungan nuutrisi alaminya.

Pola makan keluarga memegang peran penting dalam pembentukan mindset pemilihan bahan makanan sehingga dari rumah lah pola makan ditentukan arahnya.

Continue reading

Dunia Fantasi dengan Sejuta Imajinasi (bagian 2)

Sebagai guru pre-school, saya tidak dapat menilai jawaban anak benar atau salah, karena setiap apa yang mereka ungkapkan, ada pengalaman yang bermakna bagi dirinya. -fifin-

Setelah membaca kembali cerita yang telah dipaparkan di bagian 1, cerita bagaimana ‘Mika’ tahu cara menggunakan mainan salon-salonan, bagaimana ‘Timur’ dapat aktif mengemukakan ide-ide yang ada dalam pikirannya, bagaimana ‘Hunter’ kemudian berusaha mencari dan melakukan kegiatan-kegiatan secara spontan dengan caranya, dan bagaimana ‘Gael’ bisa mengemukakan jawaban yang mungkin bagi orang dewasa lain terdengar konyol.

Siang sepulang sekolah, saat ayahnya menjemput, beliau bertanya kepada saya apakah benar ‘Gael’ tahu konsep kanan-kiri, beliau pun akhirnya memberikan informasi yang membuat saya bahkan lebih takjub lagi. Menurut ayahnya, ‘Gael’ tidak pernah diajarkan konsep kanan-kiri, tetapi setiap pulang sekolah, ‘Gael’ selalu menunjukkan arah kepada ayahnya yang sedang menyetir, “belok kiri”.

Kemudian ia juga menjelaskan mengapa ‘Gael’ menjawab bahwa dia potong rambut di bioskop. Ternyata menurut sang ayah, salon tempat dia potong rambut, disebrangnya terdapat bioskop. Mungkin yang lebih menarik baginya adalah bioskop yang dia lihat ketimbang salon saat dirinya berada.

Dari cerita dan jawaban yang saya dapatkan, bahwa anak sebenarnya mampu merekonstruksi pengalaman yang dia dapatkan dengan pengetahuan baru, dalam hal ini anak telah mengalami proses belajar secara mandiri.

Continue reading