“Belajar” dan “Mendidik” Melalui Film Flying Colors「ビリギャル」

Sudah menjadi hal yang tidak lazim ketika seorang guru menilai muridnya “bodoh” ketika dia memiliki nilai kurang dari rata-rata, walaupun pada sistem pendidikan zaman dulu hal tersebut masih sangat banyak terjadi.

Generasi saya masih mengalami pe-label-an dari guru, hukuman fisik, bahkan hukuman ‘mental’ masih sering diberikan. Namun kita harus berbangga karena hal tersebut sudah tidak digunakan lagi oleh tenaga pendidik kita saat ini.

Cerita itulah yang diangkat sebuah film drama Jepang, Flying Colors「ビリギャル」karya Nobuhiro Doi, film yang rilis pada 1 Mei 2015 silam di Jepang ini diangkat berdasarkan kisah nyata. Diambil dari sebuah novel berjudul “Gakunen Biri no Gyaru Ga 1 nen de Hesachi o 40 Agete Keio Daigaku ni Geneki Gokaku Shita Hanashi” (How a Teen Girls When from Academic Absurdity to an Elite University in One Amazing Year) karya Nobutaka Tsubota.

This slideshow requires JavaScript.

Dari sudut pandang saya, ada tiga karakter kunci dalam film ini, Yoshitaka Tsubota sensei (Atsushi Ito), Sayaka Kudo (Kasumi Arimura), dan Aachan (You Yoshita).

Cerita dimulai dari seorang anak bernama Kudo Sayaka, dia mengalami ketidaknyamanan di sekolah, hingga Ibunya Aachan memindahkannya ke beberapa sekolah yang berbeda. Hingga pada suatu hari, Sayaka melihat anak sekolah yang memakai seragam yang menurutnya “kawai” (lucu). Aachan pun memindahkan Sayaka ke sekolah khusus putri tersebut dan berpesan, “Kamu tidak perlu belajar kalau masuk sekolah itu, nanti pun kamu akan mendapat rekomendasi ke Universitas. Yang paling penting kamu mengalami hidup yang bahagia.”

Dari situlah kehidupan Sayaka mulai berubah, ia mulai mendapat teman dan menikmati masa sekolahnya, namun benar-benar untuk bersenang-senang dan tidak pernah belajar, hingga ia duduk di bangku SMU.

Sayangnya, hal tersebut tidak bertahan lama, karena pada akhirnya sang Ibu dipanggil lagi ke sekolah dengan keluhan Sayaka merokok, salah pergaulan dan terancam tidak mendapat rekomendasi untuk kuliah karena nilainya yang selalu ada di peringkat terakhir, kemampuan akademisnya setara siswa kelas 4 SD.

6542A

Ibunya mengambil inisiatif untuk memasukkan Sayaka ke lembaga tutor. Sayaka pun memulai kehidupan barunya ketika ia memasuki keseharian belajar di tempat tutor tersebut sambal menikmati masa skorsing-nya. Disanalah ia bertemu dengan Pak Tsubota.

Sayaka berfikir bahwa Pak Tsubota telah menyihirnya, sehingga ia mendapatkan keinginan untuk belajar dan sekali dalam hidupnya ia memiliki tujuan untuk masuk Universitas Keio (salah satu Universitas swasta terbaik di Jepang).

flying_colors6

Pak Tsubota selalu memberinya motivasi, bahkan ketika semua orang disekitarnya meragukan Sayaka bisa lulus sekolah. Di Lembaga tutor tersebut hanya ada pemilik dan Pak Tsubota, namun rata-rata siswa yang masuk kesana adalah siswa yang bermasalah dengan nilai mereka di sekolah. Dan ajaibnya, tokoh Pak Tsubota ini justru bisa membangkitkan semangat belajar yang sebenarnya dari siswa.

Suatu hari, guru kelas Sayaka bertemu dengan Pak Tsubota dan memintanya untuk menyerah, karena Sayaka bukan anak yang pintar, bahka ia menyebut Sayaka “tolol”. Dengan bijak Pak Tsubota menjawab, “Tidak ada satupun murid yang tidak bisa, yang ada hanya guru yang tidak tahu cara mengajarinya.” Mendengar percakapan itu, Sayaka semakin yakin bahwa dirinya mampu, karena begitu banyak orang yang mendukung dan percaya bahwa dirinya mampu.

Aachan sendiri merupakan tokoh seorang Ibu yang bijaksana, ia tidak berekspektasi apapun terhadap anaknya, ia hanya ingin anaknya menjadi apa yang mereka inginkan. Berbanding terbalik dengan sang Ayah yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap anak lelakinya. Kakak Sayaka yang ia mati-matian harapkan menjadi pemain baseball yang profesional.

Pada suatu titik, Sayaka dan kakaknya merasa mereka tidak akan mampu mewujudkan mimpinya dan mulai menyerah. Sayaka tidak mengikuti les lagi, kakaknya keluar dari klub baseball dan mabuk-mabukan di jalanan. Hal yang kembali menyadarkan mereka ketika Ibunya marah kepada Ayahnya, dan berkata, “Jangan memaksakan mimpimu pada anak-anak, mereka takut kalau mereka tidak mampu mencapainya, kau akan memarahinya.”

6538A

Disini pun saya menitikkan air mata. Semua yang melihat adegan ini pun saya yakin akan menangis, bagaimana seorang Ibu memahami bahwa anak-anak tidak bisa dipaksa untuk memperoleh sesuatu, menjadi sesuatu, bagaimanapun juga mereka pasti punya tujuan hidup sendiri. Disaat para orangtua biasanya memberikan harapan besar kepada anak-anaknya untuk dapat mewujudkan apa yang orangtua inginkan, proses hidup yang tidak muncul dari dalam jiwa anak, hanya akan menjadi beban.

Akhir cerita yang mengharukan terjadi, ketika Sayaka benar-benar berjuang belajar untuk mengikuti ujian masuk Universitas Keio. Dia menunjukkan hasil ujiannya kepada kakaknya, dia ingin membuktikan bahwa dia yang berjuang dari nol bisa sampai sejauh itu. Dan Sayaka pun diterima setelah mengikuti tiga kali ujian. Hal tersebut mendorong kakaknya untuk kembali berjuang berlatih baseball, namun kali ini bukan karena paksaan ayahnya, melainkan tujuan hidupnya, menjadi pemain baseball yang tanpa beban.

Film ini memberikan pesan bahwa, jika ada usaha pasti ada jalan. Dan tidak ada sesuatu pun yang mustahil, seperti tidak lulus ujian. Karena pada dasarnya semua orang mampu. Film yang menarik untuk ditonton seluruh anggota keluarga di akhir pekan. Banyak sekali nilai yang dapat diambil, dari sisi seorang anak remaja, pendidik, guru maupun orangtua.

Jika kesulitan mendapatkan film ini, cukup tinggalkan e-mail anda di kolom komentar, nanti akan saya kirim link downloadnya (^.^)v

Selamat menonton dan selamat terinspirasi!

 

Sumber :

http://pustakasinopsis.blogspot.co.id/2016/04/sinopsis-film-flyng-colors-lengkap.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Flying_Colors_(film)

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s