Melatih Kemampuan Ekspresi Anak Melalui Kegiatan Olah Tubuh dan Eksplorasi Alat Musik

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mendampingi kakak Pre-Kindie Rumah Main Cikal Sudirman berkegiatan, bertempat di Sekolah Cikal Cilandak, kakak Pre-Kindie mengeksplorasi alat musik dan melakukan kegiatan olah tubuh bersama guru tamu, Om Arif dan Tante Winda.

Tema kelas Pre-Kindie pada term ini adalah “The Artist In Me” dengan tujuan pembelajaran, anak mampu mengekspresikan diri melalui bunyi dan suara. Maka kegiatan dengan mengundang guru tamu, bukan tanpa makna dan tujuan.

Kemampuan berekspresi merupakan salah satu kecerdasan emosi yang harus dimiliki anak sejak usia di bawah lima tahun melalui pengalaman berulang dan dukungan dari orang sekitar. Otak mereka akan berkembang sehingga anak dapat memahami apa yang ia rasakan, mengidentifikasi dan kemampuan yang lebih tinggi anak diharapkan mampu mengungkapkan perasaan mereka, lalu mengambil tindakan yang sesuai. Kecerdasan ini akan berpengaruh pada kemampuan regulasi emosi anak.

Mengingat pentingnya seorang anak mengekspresikan dirinya, maka selaras dengan tujuan pembelajaran pada term ini, guru-guru Rumah Main Cikal Sudirman mengemasnya melalui kegiatan eksplorasi musik dan olah tubuh.

Pagi itu kegiatan diawali dengan melakukan doa bersama, menyanyikan lagu “Good Morning” dan sedikit pemanasan ringan. Lalu kakak Pre-Kindie berbaris karena akan menuju ruang sesuai dengan kelompoknya dengan menuruni tangga. Kelompok pertama akan melakukan kegiatan olah tubuh bersama Tante Winda, dan kelompok kedua bermain musik bersama Om Arif, setelah itu mereka akan berganti kelompok.

opening-by-teacher

Kelompok musik bertempat di ruang musik, alat musiknya cukup lengkap untuk dieksplorasi oleh kakak Pre-Kindie. Om Arif mengenalkan berbagai alat musik seperti; flute, terompet, biola, gitar, piano, tambourine, drum, dan alat musik lainnya. Kakak Pre-Kindie antusias sekali memperhatikan dan menebak bunyi dari alat musiknya, kemudian mereka berkesempatan mencoba alat musik yang ingin mereka mainkan. Dan di akhir sesi, bermain alat musik bersama menyanyikan lagu yang mereka pilih.

musik-1

Kakak Pre-Kindie mengekslporasi alat musik

Kakak Pre-Kindie bermain musik bersama

Di kelompok lain, bertempat di lapangan hijau beberapa kakak sedang asik berkespresi dengan lagu dan gerak tubuh. Ketika Tante Winda memberikan contoh gerakan untuk lagu dengan tempo cepat, rona bahagia terlihat dari wajah kakak Pre-Kindie, dan beberapa dari mereka tertawa lepas saat menirukan gerak tubuh Tante Winda. Begitupun sebaliknya, ketika lagu berganti dengan irama lambat tampak kakak mengekspresikan raut muka sedihnya sambil menirukan gerak tubuh Tante Winda.

This slideshow requires JavaScript.

Melatih ekspresi melalui gerak tubuh

Jika melihat foto-foto di atas, tampak kakak mulai melatih kemampuan berekspresi mereka melalui media musik dan lagu. Bahagia dan sedih merupakan salah satu ekspresi yang dikenal dalam keseharian mereka.

Tersenyum, menangis, marah, sepertinya merupakan hal yang terlupakan karena menganggap ekspresi itu merupakan pemberian Tuhan yang sudah anak-anak bawa sejak lahir. Akan tetapi terkadang kita lupa bahwa anugrah itu perlu dilatih dan diarahkan karena mempunyai peran penting terhadap perkembangan kecerdasan emosi anak.

Ayah, bunda, mulailah latih dan arahkan kemampuan berekspresi anak dengan kegiatan yang cukup mudah dilakukan di rumah, dengan bernyanyi atau menari bersama. Selamat Mencoba!

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s