Solar Panel dan Filsafat, Belajar Tidak Mengenal Batasan Usia

Sebuah pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya, ketika siswa, orangtua dan pihak sekolah berkumpul dalam satu lingkaran yang sama membahas dan mendiskusikan Solar panel yang akan dipasang di sekolah. Hal-hal yang saling berkaitan ketika orangtua memberikan ilmu mengenai kelistrikan dan siswa belajar dari mereka. Keterlibatan pihak sekolah juga dapat memberikan aura positif dengan kedatangan kepala Sekolah dan duduk bersama orangtua dan siswa. Saya tidak melihat adanya “gap” diantara orangtua, siswa, pihak sekolah saat berdiskusi bersama, memberikan ide, bertanya, dan tentu saja sama-sama belajar. Sungguh pemandangan yang indah bukan?!

This slideshow requires JavaScript.

Siswa-siswi KPB menemukan hal baru untuk dipelajari, ilmu fisika dan penerapannya dalam kelistrikan. Seperti controller, IC, ACCU, inverter, daya, tegangan, arus, LED, dan masih banyak istilah lain. Sejenak saya berfikir, anak-anak ini kan sudah SMA, tapi sepertinya mengenal istilah-istilah itu merupakan hal yang baru. Kemudian barulah diakhir pertemuan saya menjawab pertanyaan saya sendiri, jika kelak mereka memahami ilmu fisika tersebut pastilah mereka akan lebih memaknainya karena mereka belajar mencari dan menjawab keilmuan itu secara sadar dan mandiri.

Continue reading

Membuat Kaos Bersama Orangtua Siswa

Hari ini saya berkesempatan melihat dan mengalami langsung proses pembuatan kaos mulai dari tahap awal hingga selesai menjadi sebuah kaos. Bertempat di rumah Pak Oki yang merupakan ayah dari salah satu siswa KPB, beliau mempunyai usaha konveksi dan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi KPB untuk belajar bagaimana membuat kaos dari proses awal hingga selesai.

Sebelumnya kami berdiskusi mengenai macam-macam bahan kain, proses pencelupan, apa yang dimaksud dengan bahan ‘combat’, harga dan lokasi pembelian kain dalam jumlah yang banyak. Pak Oki juga menyampaikan perbedaan sablon manual dengan teknik printing, apa yang menyebabkan sablonan pada kaos cepat luntur, atau terkelupas saat disetrika, atau ukuran yang menyusut ketika dicuci. Siswa-siswi KPB tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertanya banyak hal kepada Pak Oki sebelum mereka terlibat langsung proses pembuatan kaosnya.

img_20170208_080334

siswa-siswi KPB berdiskusi bersama Pak Oki

Continue reading

Kelas Semesta Bersama Pak Ahmad Yunus – Doctor Share

Pertemuan kedua bersama Kelompok Petualang Belajar Semi Palar (KPB Smipa) ini menjawab pertanyaan saya tentang apa yang siswa-siswi KPB pelajari, apa itu “kelas semesta”.

Pagi ini saya berkesempatan mengikuti kelas semesta bersama Pak Ahmad Yunus, seorang jurnalis dan penulis buku. Beliau menceritakan pengalamannya ketika traveling ke 80 pulau menggunakan motor bersama temannya sesama penulis, perjalanan mereka namakan “Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa”. Menghasilkan sekitar 10.000 foto dan 80 jam rekaman video serta kisah perjalanan yang tertuang dalam sebuah buku berjudul “Meraba Indonesia”.

img_20170207_090237

Continue reading

Bertumbuh Bersama Kelompok Petualang Belajar

Hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk mendampingi siswa-siswi KPB (Kelompok Petualang Belajar) Semi Palar. Sehari sebelumnya saya sangat gundah gulana, karena tidak terpikirkan apa yang akan dilakukan, saya akan berkegiatan dimana, bersama siapa, begitu banyak kecemasan.

Di pagi yang cerah, dengan membawa kekosongan dalam pikiran, saya ikut berkegiatan di Desa Sekepicung, di salah satu rumah warga yang disebut Rumah Mentari. Kami disambut oleh pemilik rumah, Pak Lala dan istri yang mempersilahkan kami berkegiatan disana. Ruangan yang dipenuhi rak dengan berbagai macam buku mengisinya, sayangnya saya belum sempat mengacak-acak ada buku apa saja disana.

Saya diceritakan oleh salah satu siswa, bagaimana mereka berkegiatan di Sekolah Mentari. Awalnya mereka disana saat terlibat proyek bersama beberapa fasilitator dan warga disana mengerjakan pertanian terpadu di Desa Sekepicung. Kemudian Pak Lala dan istri menggagas dan mengajak siswa-siswi KPB ini melakukan kegiatan di Rumah Mentari, ikut terlibat di ladang, dan mengajarkan anak-anak disana pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan kegiatan lain setiap minggunya.

Continue reading

Melatih Kemampuan Ekspresi Anak Melalui Kegiatan Olah Tubuh dan Eksplorasi Alat Musik

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mendampingi kakak Pre-Kindie Rumah Main Cikal Sudirman berkegiatan, bertempat di Sekolah Cikal Cilandak, kakak Pre-Kindie mengeksplorasi alat musik dan melakukan kegiatan olah tubuh bersama guru tamu, Om Arif dan Tante Winda.

Tema kelas Pre-Kindie pada term ini adalah “The Artist In Me” dengan tujuan pembelajaran, anak mampu mengekspresikan diri melalui bunyi dan suara. Maka kegiatan dengan mengundang guru tamu, bukan tanpa makna dan tujuan.

Kemampuan berekspresi merupakan salah satu kecerdasan emosi yang harus dimiliki anak sejak usia di bawah lima tahun melalui pengalaman berulang dan dukungan dari orang sekitar. Otak mereka akan berkembang sehingga anak dapat memahami apa yang ia rasakan, mengidentifikasi dan kemampuan yang lebih tinggi anak diharapkan mampu mengungkapkan perasaan mereka, lalu mengambil tindakan yang sesuai. Kecerdasan ini akan berpengaruh pada kemampuan regulasi emosi anak.

Mengingat pentingnya seorang anak mengekspresikan dirinya, maka selaras dengan tujuan pembelajaran pada term ini, guru-guru Rumah Main Cikal Sudirman mengemasnya melalui kegiatan eksplorasi musik dan olah tubuh.

Continue reading