dr. Peni dan Asupan Gizi Anak

Beberapa waktu lalu, teman saya mendapat kesempatan mewawancarai dr. Penihedi, seorang ahli gizi sekaligus pemilik usaha katering sehat “Prima Diet”. Saya mengutip wawancara beliau untuk dibagikan kepada Ayah dan Bunda, selamat membaca!!

nutrition-clipart-di67RA6i9

  • Apakah makanan sehat itu? 

Makanan atau asupan dianggap menyehatkan jika lengkap nutrisi dan seimbang makro dan mikro nutrientnya. Zat-zat gizi terutama makro nutrient yaitu karbohidrat, protein, lemak serta mikro nutrient sebagai penyeimbang yang kaya vitamin dan mineral.

  • Makanan apa yang dapat disebut makanan sehat? Apakah ada kriteria khusus dan contohnya?

Prinsip makanan sehat dari waktu ke waktu mengalami pergeseran dikarenakan faktor industri makanan yang berkembang pesat. Sehingga konsep makanan sehat yang tetap dipertahankan adalah makanan yang mendekati wujud atau bentuk aslinya. Artinya natural dan fresh. Karena dengan cara itu nutrisi tetap terjaga dan tidak banyak manipulasi yang bisa menghilangkan kandungan nuutrisi alaminya.

Pola makan keluarga memegang peran penting dalam pembentukan mindset pemilihan bahan makanan sehingga dari rumah lah pola makan ditentukan arahnya.

Pada anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, banyak orang tua mengira dengan pemberian makan banyak akan menyehatkan. Bukan jumlah makanan yang harus banyak tetapi nutrisi yang terserap harus opimal.

Soal rasa asin, manis adalah subyektif sekali, namun memberi pelajaran pada lidah bahwa garam dan gula akhirnya hanya sebagai pelengkap rasa saja dan bukan pencarian rasa “enak” yang sebenarnya, karena ternyata dalam 2 minggu lidah sudah akan beradaptasi dengan “rasa” yang minim garam dan minim gula.

  • Kenapa lidah anak-anak diajari untuk menerima rasa yang pas-pasan saja?

Sejalan dengan usia, jika perkenalan rasa asin dan manis begitu kuat, lidah akan menagih terus untuk rasa yang makin kuat. Yang mana, garam akan menyebabkakn kerugian berupa retensi air dalam jaringan, kecerendungan hipertensi dengan akibat komplikasi jangka panjang.

Begitu juga gula, rasa manisnya akan membuat adiksi pada lidah dan dampak jangka panjang yaitu insulin dipaksa berproduksi hingga mengalami kelelahan, sehingga pankreas gagal memproduksi insulin dengan optimal, akibatnya diabetes atau sakit gula mengancam dan akan diikuti oleh komplikasi yang mematikan.

Perkenalkan anak sedini mungkin dengan bentuk-bentuk makanan yang alami, tidak instan atau tidak industrial.

Seiring dengan perkembangan ilmu nutrisi ada banyak acara mendapatkan rasa manis alami, yaitu dari buah-buahan. Dimana gula dalam buah yaitu fruktosa akan dipakai dengan segera untuk beraktifitas, sehingga tidak terjadi penumpukan di dalam jaringan lemak.

  • Anak-anak banyak yang terbiasa membawa bekal makanan seperti coco crunch (atau sejenisnya) dan susu kemasan yang beraneka rasa. Apakah aman dikonsumsi untuk sehari-hari?

Susu sebenarnya tidak dibutuhkan selama asupan lainnya optimal. Jangan jadikan susu sebagai tempat bergantung padahal banyak bahan makanan lain yang nutrisinya menyamai susu.

Bahan makanan sumber protein, seperti; daging ayam, ikan atau telur adalah bahan makanan yang nilai gizinya menyamai susu. Mineral calsium, phospor, magnesium tersedia lengkap di produk hewani.

Jika tetap ingin konsumsi susu, beralihlah ke produk yoghurt, dimana bakteri baik sebagai probiotiknya dapat memacu kerja enzim-enzim saluran cerna lebih optimal. Dengan optimalnya enzim saluran cerna, maka resorbsi nutrisi menjadi optimal. Sayuran dan buah merangsang bekerjanya vili-vili usus menjadi lebih terbuka untuk penyerapan nutrisi yang optimal.

milk-clip-art-milk5

  • Bagaimana cara memenuhi kebutuhan asupan gizi anak usia 2-3 tahun dan 3-4 tahun?

Asupan anak 2-3 tahun tidak jauh beda dengan usia 4-5 tahun, tetap harus seimbang hanya saja variasi makanan 4-5 tahun lebih luas.

Pemberian makanan yang harus dipikirkan :

  1. Sumber karbohidratnya
  2. Sumber Proteinnya hewani dan nabati
  3. Sumber vitamin mineral yaitu sayuran
  • Apa saja contoh bekal makanan sehat untuk anak usia 2-3 dan 3-4 menurut Ibu dr. Peni?

Pemakaian lemak, pilih yang kadar kolesterolnya rendah atau pilih yang mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal seperti kacang-kacangan, alpukat, almond, cashew atau tidak jenuh ganda dalam ikan-ikanan laut seperti salmon, tenggiri, tuna, dan dori.

 

Nah! Itu dia hasil wawancaranya, semoga bermanfaat untuk Ayah dan Bunda terapkan sebagai makanan sehat untuk anak.

 

Nara sumber : dr. Penihedi Purwanti
Pewawancara : Syanet Singal
Penulis : Fifin Agustin

 

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s