Don’t Be Panic with Separation Anxiety!!

Apa yang dimaksud dengan “Separation Anxiety”?

Merupakan hal yang wajar anak menangis ketika ditinggal oleh orangtua khususnya, ini merupakan salah satu tahap perkembangan yang harus dilalui anak. Mengerti perilaku anak, dapat membantu orangtua merencanakan strategi apa yang harus dilakukan dalam menanggapi masa perpisahan ini.

Bayi pada usia kurang dari 6 bulan biasanya cepat sekali beradaptasi dengan orang lain atau pengasuh, justru yang akan menghadapi masa perpisahan adalah orangtua. Namun, tidak ada masalah selama apa yang anda harapkan dapat dipenuhi oleh pengasuh tersebut.

Antara usia 4-7 bulan, anak mulai mengembangkan inderanya dan mulai belajar keberadaan barang maupun orang disekitarnya walaupun diluar jangkauan anak. Mereka akan mulai menjatuhkan barang yang dipegangnya dan berharap orang dewasa yang ada disekitarnya mengambilkan barang tersebut, dan begitu seterusnya.

Sama halnya dengan konsep orangtua, anak menyadari ada Ayah dan Ibu dan tidak masalah ketika mereka tidak terlihat. Anak belum mengerti konsep waktu, ketika anda di dapur, di ruangan yang berbeda, maupun di kantor, anak tahu bahwa anda akan kembali kepadanya.

Ketika anak mulai memasuki usia 8-12 bulan, dia tumbuh menjadi anak yang mandiri dan menyadari ketika orangtua tidak ada bersamanya, walaupun anda hanya meninggalkan mereka ke dapur, kamar mandi, atau bahkan kantor. Dalam tahap inilah proses perpisahan dimulai dengan menunjukkan reaksi menangis, ingin selalu dekat dengan anda, atau sekedar mencari perhatian orang dewasa lainnya.

Masa perpisahan ini dapat berbeda satu anak dengan anak lainnya, beberapa anak akan mulai masa ini pada usia 18 bulan, 2,5 tahun, dan bahkan ada yang tidak mengalaminya. Penyebab masa perpisahan ini juga tidak hanya perpisahan dengan orangtua, bisa terjadi karena kekhawatiran orangtua yang berlebih, perpindahan asuhan dari orangtua kepada pengasuh, kelahiran anak kedua, pindah rumah, atau adanya tekanan di rumah.

Waktu anak dalam menghadapi masa perpisahan ini pun tergantung pada anak itu sendiri dan respon dari orangtua, paling lama hingga anak memasuki usia sekolah dasar.

“Separation Anxiety” bisa dipersiapkan!

Pada tahap ini, anda sebagai orangtua akan mengalami perubahan emosi, orangtua biasanya akan merasa bersalah karena menghabiskan waktu untuk diri sendiri, meninggalkan anak bersama pengasuh, atau pergi bekerja, dan anda akan merasa kewalahan dengan rengekan anak yang tiba-tiba lebih sering untuk mencari perhatian anda.

Berikut beberapa strategi yang dapat anda lakukan dalam menghadapi masa yang sulit ini:

  • Memperhitungkan waktu yang tepat

Masa perpisahan biasanya mulai muncul pertama kali pada usia 8-12 bulan, anda jangan terburu-buru memasukkan anak ke daycare atau tempat dengan banyak orang yang asing bagi anak anda. Hindari meninggalkan anak ketika dalam keadaan lelah, lapar dan kurang istirahat. Setelah sarapan, atau setelah bangun tidur siang merupakan waktu yang cukup tepat untuk anda meninggalkan anak anda.

  • Berlatih

Masa perpisahan dapat dilatih, dengan mengenalkan anak pada orang baru dan lingkungan baru. Ketika anda akan meninggalkan anak dalam waktu yang cukup lama, undang saudara ke rumah untuk mulai berinteraksi dengan anak anda. Ketika anak akan memulai sekolah pertamanya, ikutsertakan dia kedalam kelas dan cobalah meninggalkannya beberapa saat sebelum anda mulai meninggalkan dia selama jam sekolah.

  • Tetap tenang dan konsisten

Jangan lupa untuk berpamitan dengan anak ketika anda akan meninggalkan mereka. Ucapkan selamat tinggal dengan ekspresi yang menyenangkan, dan cepat, berikan mereka rasa percaya diri melalui bahasa ekspresi dan gerakan tubuh anda. Katakan kepadanya bahwa anda akan kembali dengan bahasa yang mereka pahami, karena anak belum mengerti konsep waktu.

  • Tepati janji

Penting sekali untuk meyakinkan anda dapat datang tepat waktu ketika anda berjanji, hal ini dapat memberikan rasa aman dan percaya ketika anak berpisah dengan anda.

Hari pertamanya masuk sekolah, ia menangis hebat. Apakah ia trauma?

Mengingat bahwa anak memiliki karakter yang berbeda, sama halnya dengan gaya anak menghadapi proses perpisahannya yang dilansir dari Parents magazine (2007) sebagai berikut:

  1. Si Tukang Nangis

Anak dengan tipe ini akan merasa sedih karena ditinggalkan orangtua dan merasa sendirian di tempat asing. Namun dia akan berhenti menangis ketika anda meninggalkannya. Menanggapi anak dengan tipe ini; jangan memperlihatkan kekhawatiran anda, karena anak akan ikut merasakannya, berikan anak keyakinan bahwa sekolah merupakan tempat yang menyenangkan, bersama teman dan guru. Pastikan juga anda mengatakan siapa yang akan menjemputnya ketika jam pulang.

  1. Si Pemberani (namun penakut)

Anak merasa bahwa dirinya mampu untuk tidak menangis dan gengsi untuk mengucapkan selamat tinggal, dia hanya akan memperlihatkan perilaku yang terlihat “ganas” kepada orang sekitarnya. Menanggapi anak seperti ini, orangtua tidak usah panik ketika anak memalingkan wajah dan tidak mau berpamitan dengan anda, karena ucapan selamat tinggal hanya akan membuatnya merasa sedih. Tetaplah berpamitan ketika akan meninggalkannya, namun tidak usah berharap dia akan menjawab perpisahan anda. Pastikan anda melewatkan waktu bersama anak anda ketika anda bertemu dia kembali.

  1. Si Reaktor yang Terlambat

Anak merasa keren dengan pergi ke sekolah dan mampu melalui masa perpisahan dengan baik, namun setelah beberapa pertemuan dia akan mulai menyadari “mama mana….” Anda dapat menanggapinya dengan; menceritakan kembali hal-hal menarik yang dia alami ketika di awal, lakukan proses pamitan yang cepat, dengan berjabat tangan atau mengedipkan mata. Bicarakan dengan guru untuk minta perhatian lebih untuk anak anda. Bukan berarti anak dengan tipe ini memutuskan bahwa ia tidak suka sekolah, dia hanya terjebak dalam pengalaman baru yang bahkan tidak menyadari bahwa dia telah berpisah dengan orangtuanya. Tidak perlu khawatir, dia akan bersemangat lagi dengan cepat.

  1. Si Pengamat yang Diam

Anak dengan tipe ini akan cenderung melihat situasi dengan hanya berdiam diri di pojok kelas dan belum mau bergabung untuk bermain dengan teman. Anda tidak usah cemas, berikan anak anda waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Bantulah dia untuk lebih terlibat dengan bercerita mengenai teman atau sekolahnya, bermain sekolah-sekolahan di rumah, atau membaca buku bertema sekolah bersama anak. Ingatlah bahwa anak anda belajar sesuatu dalam proses pengamatannya. Jangan lupa untuk berdiskusi dengan guru dan meminta bantuannya untuk menemukan zona nyaman sehingga anak anda dapat lebih terlibat aktif di kelas.

Nah! Termasuk pada tipe apakah anak anda pada hari pertamanya masuk sekolah?

Tidak perlu khawatir dan membuat anda stress, ingatlah bahwa masa ini merupakan salah satu tahap perkembangan pada anak yang dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemandiriannya. Pada dasarnya anak ingat bahwa berapa lama pun anda pergi, anda akan kembali padanya.

Salam hangat,

Sumber :

http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Soothing-Your-Childs-Separation-Anxiety.aspx

http://www.helpguide.org/mental/separation_anxiety_causes_prevention_treatment.htm

http://theanxietytips.com/how-teachers-can-handle-separation-anxiety/

http://www.education.com/magazine/article/How_Handle_Separation_Anxiety/

http://parenting.blogs.nytimes.com/2013/09/11/10-ways-to-ease-your-childs-preschool-separation-anxiety-and-yours/?_php=true&_type=blogs&_r=0

http://www.parents.com/baby/development/separation-anxiety/how-to-handle-baby-separation-anxiety/?page=2

http://www.parents.com/baby/development/separation-anxiety/10-separation-strategies/

http://www.parents.com/toddlers-preschoolers/starting-preschool/separation-anxiety/separation-anxiety/

http://www.parents.com/baby/development/separation-anxiety/how-to-deal-with-separation-anxiety/

http://www.babyzone.com/mom/motherhood/school-separation-anxiety_68194

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s