Smart Saturday – Pertemuan Santai Berwawasan Edukatif (part 3)

Seorang wanita muda yang anggun dan enerjik sempat mencuri perhatian audiences pagi itu. Rahma Ainun Nisa atau yang lebih akrab disapa Ka’Inun, menjadi presentator ketiga pada acara Bincang Edukasi Meetup #7 dengan mengusung tema “Pendidikan Kreatif Anak Jalanan.”

Ka’Inun adalah Kepala Sekolah “Rumah Belajar (Sahabat Anak Jalanan) Sahaja“. Sahaja itu sendiri merupakan komunitas yang didirikan oleh seorang mahasiswi UPI, Bunda Ela Nurlaela dan Pak Gamestya pada tahun 2004.

Komunitas yang fokus pada pembelajaran untuk anak jalanan ini, sudah berlangsung dari bulan Juli tahun 2009 lalu. Berdirilah “Rumah Belajar Sahaja” yang diprakarsai oleh Ka’Inun dan rekan-rekannya, dan memulai proses pembelajaran pertama kalinya di daerah IP dan terminal Ciroyom.

Image

Image

Pembahasan menjadi menarik ketika Ka’Inun menceritakan kendala dan kondisi yang dihadapi selama proses di lapangan. Dengan mayoritas anak-anak jalanan, dan “nge-lem” pula, tentu saja, akan menjadi kendala yang sangat sulit bagi kawan-kawan fasilitator.

Ditambah lagi dengan ketidak-tersedia-an tempat untuk proses pembelajaran, sehingga berpindah-pindah tempat belajar sudah menjadi hal biasa bagi mereka, sangat fleksibel. Dan kini, mereka telah memiliki empat titik tempat belajar, yaitu di Cihampelas, Ciroyom, Pasar Cimindi, dan Dekat stasiun Cimahi.

Adapun kegiatan yang biasa dilakukan di RuBel Sahaja ini diantaranya, membaca-menulis-berhitung, mengaji Al-Qur’an, kesenian tari daerah, dan perpustakaan mini Sahaja.

Dengan bermodalkan rasa peduli yang begitu besar terhadap pendidikan anak jalanan, Ka’Inun dan rekan-rekannya masih menjalankan proses pembelajaran dengan semua kendala dan kondisi yang sudah penulis jelaskan di atas.

Seiring dengan perjalanan waktu, mereka pun menaruh harapan yang besar pada kegiatan yang mereka lakukan ini, yakni adanya keinginan untuk membangun rumah singgah, mendirikan program keterampilan terpadu, dan harapan terbesar Ka’Inun adalah tidak ada lagi anak jalanan.

Sungguh harapan yang besar… Dan selama komitmen, semangat, dan usaha yang dimiliki lebih besar dari harapan itu, maka tidak mustahil bisa diwujudkan.

Presentasi ditutup dengan perform dari anak-anak RuBel Sahaja yang membawakan sebuah tarian tradisional. Perform anak-anak itu mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari audiences. Ini membuktikan, bahwa anak jalanan pun memiliki potensi besar untuk bisa merubah kualitas dirinya menjadi lebih baik dengan belajar. \(^.^)/

Image

Image

photo credit by finfin

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s