FunEnglish : Mengasah Kemampuan Berkomunikasi dan Menulis Anak

Sore itu, hari sabtu, Rumah Belajar Samoja dipenuhi oleh anak-anak yang punya keinginan besar untuk belajar, disaat anak-anak sebayanya asik dengan dunia anak ABG seperti dalam sebuah nyanyian dari bang Djamal Mirdad, “malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran…”

Lalu apa yang menyebabkan mereka lebih memilih belajar daripada bermain dengan teman sebaya lainnya?! Disinilah poinnya mengapa Rumah Belajar Samoja diminati oleh anak-anak sekitar, karena kami menawarkan konsep “Bermain sambil belajar” dan “belajar dari lingkungan sekitarmu”.

Setiap hari sabtu jadwal belajar bahasa Inggris, dan sore itu kami belajar mengenai family. Jika kita berbicara tentang family, tentu otak kita langsung mengarahkan kita pada kata-kata father, mother, brother, sister, etc. Akan tetapi sebenarnya banyak hal yang dapat kita pelajari dari hanya sekedar menghafal bahasa Inggris dari anggota keluarga, namun kita juga dapat mengembangkan kemampuan menulis dan bercerita, serta mengasah kemampuan berkomunikasi anak.

Seperti biasanya, kami membagi anak menjadi beberapa grup kecil, membiasakan mereka untuk bekerja sama dalam sebuah teamwork. Tugas mereka kali ini adalah mewawancarai orang-orang di sekitar tempat kami belajar, dan bertanya tentang dia dan keluarganya.

Hal pertama yang mereka lakukan adalah menyusun pertanyaan apa saja yang akan mereka tanyakan kepada narasumber. Mereka pun mulai me-list beberapa pertanyaan, diantaranya, siapa namanya, berapa orang anggota keluarganya, penghasilannya, pekerjaan dari anggota keluarganya, dll.

Setelah menyusun daftar pertanyaan, kemudian mereka langsung berpencar, dan melakukan wawancara. Gelak tawa tak dapat terhindarkan, saat mereka berusaha untuk mendatangi Ibu-Ibu yang sedang berkumpul di sekitar lingkungan itu, saat Ibu-Ibu itu memberikan berbagai respon. Ada yang hanya tertawa tapi tidak mau diwawancarai, ada yang dengan celetukannya, membuat anak-anak tersebut tertawa. Dan pada akhirnya, setiap kelompok berhasil mendapatkan seorang responden.

Proses selanjutnya setelah selesai mewawancarai responden, mereka kembali ke aula gedung dan menyusun hasil wawancara dengan pendampingan fasilitator. Fungsi fasilitator disini hanya mengarahkan mereka, hasil tulisan adalah murni hasil dari ide-ide dan penemuan anak-anak sendiri.

Lalu setiap kelompok maju ke depan untuk mempresentasikan tulisannya. Saat satu kelompok sedang mempresentasikan tulisannya, kelompok yang lain boleh bertanya atau memberi kritikan seandainya ada tulisan mereka yang salah atau kurang. Disinilah anak-anak itu belajar untuk percaya diri dan berani tampil di depan, mau memberi masukan dan menerima masukan dari orang lain, berani mengungkapkan ide serta melatih kemampuan speaking.

90 menit sudah berlalu, proses belajar pun di tutup dengan review apa saja yang sudah dipelajari hari itu. Dan inti dari setiap menit proses belajar adalah, mengasah kemampuan anak dalam berkomunikasi, lebih dekat dengan lingkungannya, dan meningkatkan kemampuan anak dalam menulis, terutama bahasa Inggris, dan anak akan merasa bangga dengan diri mereka sendiri, karena ide awal dan kesimpulan akhir adalah dari mereka sendiri.

 

Rumah Belajar Samoja, 9 Desember 2006

Salam edukasi.

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s