FunMath : Mengukur Keliling Lingkaran

Matematika adalah pelajaran yang paling dibenci oleh sebagian besar pelajar. Selain memang mata pelajarannya yang tidak gampang, biasanya pengajar matematika terkenal dengan julukan “guru killer” (sampai saat ini saya tidak pernah mengerti apa alasannya) Saya pun pernah merasakan hal yang sama saat masih duduk di bangku sekolah, apalagi yang namanya rumus-rumus matematika, entah kenapa, rasanya otak saya menolak mentah-mentah semua hal tentang “matematika” (>,<) Tetapi terlepas dari hal itu, sebenarnya belajar matematika itu menyenangkan,  jika kita tahu caranya bagaimana membuat matematika itu sendiri menyenangkan. Salah satunya seperti yang saya dan kawan-kawan kembangkan di Rumah Belajar Samoja, kami mengolah matematika menjadi sesuatu yang fun, dengan konsep “bermain sambil belajar” dan “belajar dari lingkungan sekitarmu”. Suatu sore, Samoja diramaikan oleh aksi-aksi anak-anak usia SD yang sedang mengukur keliling dari bangun datar lingkaran. fasilitator membiarkan mereka mencari bangun yang berbentuk lingkaran untuk mereka hitung kelilingnya, dengan terlebih dulu diberi penjelasan singkat tentang bagaimana cara mengukur lingkaran dengan menggunakan bahan yang ada. Berbagai ide kreatif muncul dari pikiran polos anak-anak itu. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok, setiap kelompok hanya membawa tali rapia, dan tugas mereka adalah mengukur keliling dari benda-benda yang berbentuk lingkaran yang ada di lingkungan sekitar mereka. Kemudian kami sendiri sebagai fasilitator sangat terkesan ketika salah satu kelompok mengajak seorang pedagang bubur kacang ijo, dan meminta ijin untuk mengukur roda dan dasar dari mangkuk yang dibawa oleh pedagang itu. Mereka tampak sangat menikmati prosesnya. Dari sini, kita bisa melihat bahwa di samping belajar matematika bisa menyenangkan, hal itu juga bisa membangun komunikasi dengan sekitar dan menumbuhkan keberanian anak-anak  dalam memberikan ide-ide, mencoba hal-hal baru, dan lainnya. Setelah selesai dengan pengukuran, mereka menuliskan data-data yang mereka dapat selama proses pengukuran. Data itulah yang kemudian akan dibahas secara bersama dengan kelompok lain dengan bimbingan fasilitator. Misalnya data yang mereka dapat saat mengukur keliling dengan menggunakan tali rapia adalah 23cm dan panjang diameternya adalah 7cm koma sekian. Jika menggunakan rumus keliling 22/7 x diameter, maka hasilnya akan mendekati 23cm. Tanpa kita sadari, anak-anak akan merasa bangga pada dirinya karena sudah bisa menghitung tanpa rumus \(^.^)/ Lagi-lagi, kami menginginkan ide muncul dari anak-anak sendiri, fasilitator hanya bertugas menghubungkan ide yang mereka kemukakan dengan ilmu matematika yang memang baku. Dengan cara seperti ini, konsep atau rumusan matematika yang dirasa sulit, akan mudah mereka serap dan difahami.

Melihat hasil dokumentasi yang kami ambil saat proses belajar, terlihat betapa anak-anak itu sangat menikmati proses belajar mereka. Semoga inovasi dan ide-ide kreatif akan banyak bermunculan untuk menciptakan inovasi baru bagaimana cara membuat matematika jadi menyenangkan. Silahkan kunjungi web kami juga pada halaman-halaman berikut ini; http://kalyanamandira.wordpress.com/category/02-program-dan-kegiatan/rumah-belajar-samoja/ http://samoja.wordpress.com/about/ http://samoja.wordpress.com/2009/01/02/tentang-rumah-belajar-samoja/   Rumah Belajar Samoja, 15 Juni 2008 Salam edukasi.

Advertisements

2 thoughts on “FunMath : Mengukur Keliling Lingkaran

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s