Hidup Sehat dengan Bio Energy Power

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti workshop hidup sehat dengan judul SELF HEALING METHOD BASED ON MEDICAL SCIENCE bersama dr. Rini Damayanti, DCN bertempat di Rumah KAIL bandung. Dalam kesempatan tersebut saya mendapat banyak informasi dan belajar bagaimana hidup sehat dengan mengandalkan energi yang dimiliki tubuh kita sendiri.

Tuhan telah menciptakan kita dengan segala macam potensinya, salah satunya adalah tubuh kita memiliki kemampuan self healing yang luar biasa, hanya tinggal mengolah energi yang kita ambil dari alam.

Kriteria sehat itu sendiri, adalah sehat fisik, mental/rohani, dan sosio-ekonomi (WHO:1946). Sedangkan pola hidup sehat alami tubuh kita mencakup; pola pikir positif, makan baik dan benar (nutrisi terpenuhi), olahraga rutin dan teratur, cukup sinar matahari dan udara segar, serta sistem pembuangan tubuh terpelihara.

Saya mengetahui informasi baru bahwa sistem pembuangan kita tidak hanya dua bagian besar, namun ada satu sistem yang sering dilupakan. Selain sistem pencernaan (buang air kecil, buang air besar, dan keringat), sistem pernafasan (bernafas), juga ada sistem limpatik (kerja otot).

Pola pikir positif merupakan bagian dari pola hidup sehat karena salah satu akibatnya jika terlalu berfikir negatif akan mengakibatkan stress, dan hal tersebut akan menurunkan daya tahan tubuh hingga 75%. Selain itu juga dikatakan bahwa bahaya membiasakan pola pikir negatif adalah membuat tubuh kita mengeluarkan banyak energi yang tidak bermanfaat. Dan bahayanya lagi, ternyata pola pikir negatif akan menyebabkan radikal bebas yang akan mengaktifkan sel-sel kanker yang sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita.

Serunya, Dokter Rini menjelaskan kepada kami semua, bahwa salah satu indikator untuk bisa melihat tingkat kesehatan seseorang adalah dengan melihat pupil mata.

pupil mata

Berdasarkan hasil penelitian, semakin hitam iris mata seseorang, maka semakin dalam lubangnya, dan itu merupakan indikator semakin berat penyakit yang dideritanya. Garis kuning di tepian mata, menunjukkan tingkat stress, kemudian garis usus bisa terlihat sebagai indikator perilaku anak susah makan. Yang mengejutkan, hasil penelitian yang dilakukan rekan-rekan Dokter Rini, warna mata yang jernih ditemukan pada vegetarian yang mengkonsumsi sayur lebih dari empat tahun.

Berbicara tentang pola makan sehat, yang biasa kita kenal dengan istilah “4 Sehat 5 Sempurna”, Dokter Rini menjelaskan hal yang sedikit berbeda, yaitu “4 Sehat 5 Disempurnakan”. 4 sehat artinya, komposisi makanan harian harus memenuhi perbandingan 1:1:6:2 (karbohidrat : protein : mineral : vitamin) dengan 20% terdiri dari acid food (karbohidrat dan protein) dan 80% based food (mineral dan vitamin). 5 disempurakan berarti makanan dikunyah 40 kali, dibarengi cairan minimal 2L sehari.

Nah! Ada satu cara lagi nih untuk membiasakan pola hidup sehat dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh tubuh kita, yaitu self healing. Maka teknik olah nafas dan olah gerak yang dikenal dengan istilah Bio Energy Power (BEP) menjadi sangat bermanfaat. selain mudah dilakukan di manapun kita berada, kapanpun, tidak mengeluarkan biaya apapun, kita bisa mengolah energi yang kita ambil dari sekitar, dikumpulkan dalam tubuh dan bisa langsung kita gunakan pada bagian-bagian tubuh yang sakit.

Jika kita mengingat kembali yang dikatakan Hypocrates, “Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna, memiliki kemampuan menyembuhkan dirinnya sendiri.”. Begitu juga diungkapkan oleh Hiromi Shinya, MD dalam buku The Miracle of Enzyme, “Hanya tubuh yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri, seorang dokter menciptakan ruang bagi terjadinya penyembuhan tersebut.”

Bertolak dari dua tokoh diatas, Dr. Harry Angga dari Bandung, kemudian memperkenalkan metode auto-therapy (ototerapi) seperti yoga atau taichi, namun ini lebih mudah dan hanya memiliki tiga jurus saja dan dikenal sebagai Bio Energy Power (BEP).

Prinsi utama dari BEP adalah mengoptimalkan fungsi dari metabolisme tubuh, daya tahan tubuh, dan regenerasi tubuh dengan perpaduan antara olah nafas dan olah gerak. Olah nafas BEP akan melipatgandakan energi dalam tubuh, sedangkan olah gerak untuk memposisikan energi yang besar itu pada bagian-bagian tubuh tertentu yang nantinya akan membangkitkan kemampuan ototerapi.

Dokter Rini mengatakan sehari cukup dengan 30 menit melakukan BEP, yaitu kurang lebih sebanyak tiga sesi (1 sesi dihitung 10 kali melakukan tiga jurus – jurus 1, jurus 2, jurus 3 lalu ambil nafas biasa dan kembali ke jurus 1, 2 dan 3 ambil nafas lagi lakukan kembali jurus 1, 2, dan 3 hingga satu sesi berakhir).

Berikut saya lampirkan tautan dari ketiga jurus tersebut :

jurus 1

jurus 2

jurus 3

Selain hal-hal yang sudah dikemukakan diatas, berlatih BEP setiap hari dapat memberikan kita manfaat seperti; tidak mudah merasa lelah, tidak mudah terserang penyakit, mempercepat proses penyembuhan medik, tidak mudah stress, memperkecil kemungkinan terkena serangan jantung dan stroke, memperlambat proses penuaan kulit, mempertahankan keindahan buah dada, muka dan perut, mempercepat proses penyembuhan luka, memberikan ketenangan batin dan meningkatkan kepercayaan diri, serta banyak manfaat lainnya. Yang paling penting adalah dengan olah nafas dan olah gerak ini akan mendekatkan kita kepada Tuhan.

Mari memulai pola hidup sehat dengan memanfaatkan kemampuan ototerapi yang Tuhan berikan pada tubuh kita.

Selamat mencoba!!

Membuat Meja dari Kardus dan Botol Plastik Bekas

Cukup lama saya tidak menulis dan berbagi di blog ini, dikarenakan saya sudah tidak aktif lagi mengajar, saya akan banyak berbagi tentang membuat kriya atau sekedar cerita tentang masa kehamilan yang sedang saya nikmati.

Kali ini, saya ingin berbagi mengenai pembuatan meja dari kardus dan botol plastik bekas yang saya sudah mencoba membuat bersama suami.

Langkah pertama, siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan meja, seperti pada gambar di bawah ini :

  • kardus bekas
  • botol air minum plastik bekas
  • plastik bekas
  • selotip/doubletape
  • cutter/gunting
IMG_20170704_092628

alat dan bahan yang diperlukan

Setelah alat dan bahan lengkap, mulailah membuat bagian kaki-kaki meja. Continue reading

Solar Panel dan Filsafat, Belajar Tidak Mengenal Batasan Usia

Sebuah pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya, ketika siswa, orangtua dan pihak sekolah berkumpul dalam satu lingkaran yang sama membahas dan mendiskusikan Solar panel yang akan dipasang di sekolah. Hal-hal yang saling berkaitan ketika orangtua memberikan ilmu mengenai kelistrikan dan siswa belajar dari mereka. Keterlibatan pihak sekolah juga dapat memberikan aura positif dengan kedatangan kepala Sekolah dan duduk bersama orangtua dan siswa. Saya tidak melihat adanya “gap” diantara orangtua, siswa, pihak sekolah saat berdiskusi bersama, memberikan ide, bertanya, dan tentu saja sama-sama belajar. Sungguh pemandangan yang indah bukan?!

This slideshow requires JavaScript.

Siswa-siswi KPB menemukan hal baru untuk dipelajari, ilmu fisika dan penerapannya dalam kelistrikan. Seperti controller, IC, ACCU, inverter, daya, tegangan, arus, LED, dan masih banyak istilah lain. Sejenak saya berfikir, anak-anak ini kan sudah SMA, tapi sepertinya mengenal istilah-istilah itu merupakan hal yang baru. Kemudian barulah diakhir pertemuan saya menjawab pertanyaan saya sendiri, jika kelak mereka memahami ilmu fisika tersebut pastilah mereka akan lebih memaknainya karena mereka belajar mencari dan menjawab keilmuan itu secara sadar dan mandiri.

Continue reading

Membuat Kaos Bersama Orangtua Siswa

Hari ini saya berkesempatan melihat dan mengalami langsung proses pembuatan kaos mulai dari tahap awal hingga selesai menjadi sebuah kaos. Bertempat di rumah Pak Oki yang merupakan ayah dari salah satu siswa KPB, beliau mempunyai usaha konveksi dan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi KPB untuk belajar bagaimana membuat kaos dari proses awal hingga selesai.

Sebelumnya kami berdiskusi mengenai macam-macam bahan kain, proses pencelupan, apa yang dimaksud dengan bahan ‘combat’, harga dan lokasi pembelian kain dalam jumlah yang banyak. Pak Oki juga menyampaikan perbedaan sablon manual dengan teknik printing, apa yang menyebabkan sablonan pada kaos cepat luntur, atau terkelupas saat disetrika, atau ukuran yang menyusut ketika dicuci. Siswa-siswi KPB tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertanya banyak hal kepada Pak Oki sebelum mereka terlibat langsung proses pembuatan kaosnya.

img_20170208_080334

siswa-siswi KPB berdiskusi bersama Pak Oki

Continue reading

Kelas Semesta Bersama Pak Ahmad Yunus – Doctor Share

Pertemuan kedua bersama Kelompok Petualang Belajar Semi Palar (KPB Smipa) ini menjawab pertanyaan saya tentang apa yang siswa-siswi KPB pelajari, apa itu “kelas semesta”.

Pagi ini saya berkesempatan mengikuti kelas semesta bersama Pak Ahmad Yunus, seorang jurnalis dan penulis buku. Beliau menceritakan pengalamannya ketika traveling ke 80 pulau menggunakan motor bersama temannya sesama penulis, perjalanan mereka namakan “Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa”. Menghasilkan sekitar 10.000 foto dan 80 jam rekaman video serta kisah perjalanan yang tertuang dalam sebuah buku berjudul “Meraba Indonesia”.

img_20170207_090237

Continue reading

Bertumbuh Bersama Kelompok Petualang Belajar

Hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk mendampingi siswa-siswi KPB (Kelompok Petualang Belajar) Semi Palar. Sehari sebelumnya saya sangat gundah gulana, karena tidak terpikirkan apa yang akan dilakukan, saya akan berkegiatan dimana, bersama siapa, begitu banyak kecemasan.

Di pagi yang cerah, dengan membawa kekosongan dalam pikiran, saya ikut berkegiatan di Desa Sekepicung, di salah satu rumah warga yang disebut Rumah Mentari. Kami disambut oleh pemilik rumah, Pak Lala dan istri yang mempersilahkan kami berkegiatan disana. Ruangan yang dipenuhi rak dengan berbagai macam buku mengisinya, sayangnya saya belum sempat mengacak-acak ada buku apa saja disana.

Saya diceritakan oleh salah satu siswa, bagaimana mereka berkegiatan di Sekolah Mentari. Awalnya mereka disana saat terlibat proyek bersama beberapa fasilitator dan warga disana mengerjakan pertanian terpadu di Desa Sekepicung. Kemudian Pak Lala dan istri menggagas dan mengajak siswa-siswi KPB ini melakukan kegiatan di Rumah Mentari, ikut terlibat di ladang, dan mengajarkan anak-anak disana pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan kegiatan lain setiap minggunya.

Continue reading

Melatih Kemampuan Ekspresi Anak Melalui Kegiatan Olah Tubuh dan Eksplorasi Alat Musik

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mendampingi kakak Pre-Kindie Rumah Main Cikal Sudirman berkegiatan, bertempat di Sekolah Cikal Cilandak, kakak Pre-Kindie mengeksplorasi alat musik dan melakukan kegiatan olah tubuh bersama guru tamu, Om Arif dan Tante Winda.

Tema kelas Pre-Kindie pada term ini adalah “The Artist In Me” dengan tujuan pembelajaran, anak mampu mengekspresikan diri melalui bunyi dan suara. Maka kegiatan dengan mengundang guru tamu, bukan tanpa makna dan tujuan.

Kemampuan berekspresi merupakan salah satu kecerdasan emosi yang harus dimiliki anak sejak usia di bawah lima tahun melalui pengalaman berulang dan dukungan dari orang sekitar. Otak mereka akan berkembang sehingga anak dapat memahami apa yang ia rasakan, mengidentifikasi dan kemampuan yang lebih tinggi anak diharapkan mampu mengungkapkan perasaan mereka, lalu mengambil tindakan yang sesuai. Kecerdasan ini akan berpengaruh pada kemampuan regulasi emosi anak.

Mengingat pentingnya seorang anak mengekspresikan dirinya, maka selaras dengan tujuan pembelajaran pada term ini, guru-guru Rumah Main Cikal Sudirman mengemasnya melalui kegiatan eksplorasi musik dan olah tubuh.

Continue reading